NU dan Muhammadiyah Serukan Waspadai Politisasi Identitas

Pemilu 2024 berpotensi menciptakan konflik yang berakar pada politik kekuasaan. Para calon pemimpin dipastikan akan bersaing memperebutkan kekuasaan, legislatif dan eksekutif. Ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, mengingatkan ancaman yang dapat muncul menjelang Pemilu 2024.

JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengajak seluruh lapisan masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, yang dilandasi semangat persaudaraan. Penguatan persaudaraan kebangsaan ini sangat penting karena dapat mencegah munculnya ancaman konflik yang dipicu oleh perbedaan.

Yahya mengingatkan agar semua aktor politik yang akan bersaing dalam Pemilu 2024, tidak memakai perbedaan identitas, khususnya agama, sebagai alat untuk meraih kekuasaan.

“Semua aktor (politik), semua pemimpin, dituntut tanggung jawabnya, bahwa ini masalah yang mendasar, kita tahu bahayanya, tidak usah terlalu banyak penjelasan, dan semua orang harus bertindak dengan bertanggung jawab. Bahwa ini soal masa depan kita bersama, masa depan bangsa dan negara, jangan sampai agama dijadikan alat, dijadikan senjata politik, hanya sekedar untuk memerebutkan kekuasaan,” paparnya.

Orang-orang duduk di depan mural kampanye pemilihan umum Indonesia menjelang pemilihan bulan depan di Banda Aceh, Aceh pada 17 Maret 2019. (Foto: AFP/Chaideer Mahyuddin)

Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Yahya mengatakan, Indonesia harus menempatkan seluruh rakyat pada posisi yang setara, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan yang bisa memicu konfik.

Yahya mengajak semua elemen bangsa untuk merawat demokrasi yang sudah berjalan dengan baik, dan menolak semua upaya yang ingin merusak Indonesia sebagai rumah bersama.

“Demokrasi itu, juga harus diatur dan dirawat sedemikian rupa, supaya tidak menjadi pintu bagi konflik. Karena misalnya, kita harus mengerti ukuran orang bebas berkumpul, berserikat, bebas berpendapat dan sebagainya, tapi harus menetapkan ukurannya,” jelasnya.

Page: 1 2

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Fakta Baru di Sidang Dju Seng, PH Jelaskan Soal Surat BP Batam ke KLHK

BATAM - Sidang perkara Dju Seng pada kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap IV…

2 jam ago

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Dju Seng Jelaskan Soal Izin Lahan di Tanjung Gundap Batam

BATAM - Sidang lanjutan perkara Dju Seng dalam kasus dugaan perusakan hutan lindung Tanjung Gundap…

5 jam ago

KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni…

7 jam ago

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

10 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

12 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

12 jam ago

This website uses cookies.