Maka dari itu, pemerintah, ujar Menkeu akan terus memantau perkembangan dari harga ICP tersebut dikarenakan pasti masih akan terpengaruh dari gejolak geo politik dan proyeksi pertumbuhan perekonomian dunia yang masih bergerak secara dinamis.
Pengendara mengantre untuk mengisi bensin di SPBU di Tangerang pada 1 Maret 2022. (Foto: AFP/ADEK BERRY)
“Kami akan terus mengalokasikan subsidi bagi masyarkat antara Rp591 triliun apabila harga ICP-nya ada di $85/barel, atau Rp605 triliun apabila harga ICP di $99 per barel. Apabila harga ICP di atas $100/barel, maka total subsidi kepada masyarakat dlaam bentuk BBM masih akan mencapai Rp649 triliun,” paparnya.
Pemerintah, kata Menkeu, memperkirakan dengan bansos tambahan sebesar Rp24,17 triliun tersebut bisa menahan pertambahan jumlah kemiskinan akibat kebijakan kenaikan BBM subsidi itu./VOA
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi…
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memancang…
Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia.…
This website uses cookies.
View Comments