JAKARTA — Rusia menawarkan potongan harga 30 persen kepada Indonesia untuk membeli minyak mentahnya dengan menggunakan mata uang rubel. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengklaim Presiden Joko Widodo sudah menyetujui rencana tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan isu pembelian minyak berharga murah dari Rusia harus dilihat dalam konteks yang lebih besar, yakni dampak dari berkepanjangannya perang Rusia-Ukraina yang menimbulkan tekanan di sektor energi.
Dalam konteks diplomasi ekonomi, lanjutnya, Indonesia tentunya dengan segala upaya mencoba mencari akses ke sumber-sumber energi yang bisa menjangkau kebutuhan dalam negeri dengan harga ekonomis.
Ketika ditanya apakah pemerintah akan mempertimbangkan untuk membeli minyak murah dari Rusia, Faizasyah mengatakan yang lebih tepat untuk menjawab adalah pelaku bisnis karena isu ini bersifat bisnis-dengan-bisnis. Para pelaku bisnis di sektor jual beli minyak bisa memutuskan dengan berbagai pertimbangan yang mereka bisa berikan, pertimbangan ekonomis, dan lain-lain.
Dari sisi pemerintah, tentunya dalam konteks diplomasi ekonomi, segala sesuatu kita lakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan energi dalam negeri bisa kita fasilitasi melalui berbagai misi diplomasi yang kita lakukan,” kata Faizasyah.
Sampel minyak mentah di lapangan minyak Yarakta, milik Irkutsk Oil Co, di Irkutsk, Rusia ,11 Maret 2019. (Foto: REUTERS/Vasily Fedosenko)
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan,…
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan gangguan operasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui…
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation…
This website uses cookies.