Penutupan Bazar Imlek 2570, Dewa Rezeki Bagi Bagi Angpao | SWARAKEPRI.COM
Karimun

Penutupan Bazar Imlek 2570, Dewa Rezeki Bagi Bagi Angpao

Dewa Rezeki saat membagi-bagikan Angpao di Vihara Vidya Sagara Meral, Kamis (31/1/2019) malam di Tanjung Balai Karimun. (Foto/Hasian Sinaga)

KARIMUN – Menjelang perayaan Tahun Baru Cina (Imlek) 2570 Tahun 2019, Dewa Rezeki bagi-bagikan Angpao (Amplop merah berisi uang)  kepada masyarakat etnis Tionghoa yang hadir, Kamis (31/1/2019) malam di Vihara Vidya Sagara Kelurahan Meral Kota Kecamatan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dewa Rezeki yang diperankan oleh seorang pria dengan mengenakan pakaian kerajaan khas Cina berupa jubah merah dan mahkota serta berciri khas kumis dan janggut panjang itu, langsung dikerubungi oleh warga yang sudah hadir dan  menunggu lama sesat keluar dari dalam Klenteng Zhu Ong. Angpao yang didapat dari Dewa Rezeki, diyakini dapat memberikan keberkahan.

Pantauan media ini, tampak ratusan warga baik anak-anak maupun dewasa berebutan untuk mengantri untuk mendapatkan Angpao dari sang Dewa Rezeki. Selain dimeriahkan aksi bagi-bagi angpao, juga dimeriahkan Barongsai yang berkeliling di stand-stand bazar pada penutupan atau malam terakhir bazar.

Baik stand makanan, pakaian hingga pernak-pernik Imlek yang sudah dimulai sejak1 2 Januari 2019. Para pengunjung bazar, tidak hanya warga Tionghoa saja, tetapi masyarakat suku dan ras lain juga turut meramaikan dan memadati arena bazar yang digelar selama satu bulan tersebut.

Ketua penyelenggara Bazar, Mansur mengatakan, ritual bagi-bagi angpao oleh Dewa Rezeki merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap perayaan menjelanf Tahun Baru Imlek yang diawali juga dengan pembukaan bazar. Tradisi itu angpao merupakan tradisi dikalangan warga Tionghoa yang merupakan simbol rasa solidaritas, sosial dan kebersamaan.

Karena bermakna indahnya berbagi dengan sesama dan saudara-saudara yang kurang manpu. Menurutnya, perayaan Imlek tidak hanya untuk bergembira, tetapi juga untuk meningkatkan persaudaraan di antara sesama. Uang dalam amplop (Angpao) sebaiknya disimpan atau tidak dibelanjakan. Mudah-mudahan angpao itu memperlancar rezeki kita, tambahnya.

“Bagi orang Tionghoa, bagi-bagi angpao mempunyai arti sebagai doa agar rezeki makin lancar ditahun yang baru. Sio di Tahun 2019 ini adalah Babi Emas. Prediksi menurut kepercayaan cina, untuk perekonomi meningkat. Disertai Kesejahteraan dan kemakmuran serta kedamaian,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Meral yang juga politikus Partai Berkarya, Helyanto atau yang dikenal Acai Lim, sangat menyambut baik kemeriahan dan kesemarakan menyambut perayaan Imlek Tahun ini. Kegiatan seperti ini, tentunya akan daoat lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama umat.

Karena, sambungnga, yang turut memeriahkan kegiatan ini bukan hanya warga Tionghoa saja. Tetapi juga tirut dirasakan dan dimeriahkan oleh masyarakat umum. Baik mamfaat bazar maupun mamfaat kebersamaan yang dirasakan oleh masyarakat Karimun secra umumnya.

Ditambahkan, jika kita lihat bersama, bazar Imlek ini bukan hanya dirasakan oleh etnis Tionghoa saja, tetapi saudara-saudara kita dari suku, ras dan agama lainya juga turut memeriahkan dan merasakan mamfaatnya. Inilah bentuk kebersmaan dan toleransi yang sangat tinggi di Kabupaten Karimun yang kita cintai ini.

“Saya patut mengapresisasinya. Artinya, segala kegiatan-kegiatan apapun, tetap dapat terlaksana dan dengan baik dan kondusif. Masyarakat juga dapat berbelanja dengan harga murah pada bazar Imlek yang disiapkan oleh panitia selama ini,” tutupnya.

 

Penulis : Hasian

 

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan portal berita terdepan di Batam dan Kepulauan Riau

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top