Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat dari Bangka Belitung meneriakkan 'Merdeka' saat menyampaikan Pidato Kenegaraan menjelang Hari Kemerdekaan di Gedung DPR di Jakarta, 16 Agustus 2022. (Foto: Bagus Indahono via REUTERS)
Upaya mempertanyakan kebenaran identitas atau keabsahan dokumen Presiden Joko Widodo seperti kaset lama, diputar ulang terus tanpa rasa bosan meski berbagai pelurusan sudah dilakukan. Pengamat meminta publik menyudahi kedengkian.
YOGYAKARTA — Sejumlah pihak melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait keabsahan ijazah Jokowi. Upaya hukum itu, mendorong sejumlah pihak bersuara. Salah satunya adalah Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ova Emilia yang meyakinkan seluruh pihak bahwa presiden benar-benar lulusan Kampus Biru.
“Bapak Insinyur Joko Widodo adalah alumni Prodi (program studi -red) S1 di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada angkatan tahun 1980,” kata Ova di Yogyakarta, Selasa (11/10).
UGM merasa perlu memberikan penjelasan khusus terkait hal ini, karena apa yang berkembang dalam perbincangan publik dan upaya hukum pihak tertentu terkait ijazah Jokowi. Ova memastikan, dokumen kelulusan Jokowi tersimpan baik.
“Bapak Insinyur Joko Widodo dinyatakan lulus dari UGM tahun 1985, sesuai ketentuan dan bukti kelulusan, berdasarkan dokumen yang kami miliki,” ujarnya.
“Atas data dan informasi yang kami miliki, dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini mengenai keaslian ijazah sarjana S1 Insinyur Joko Widodo dan yang bersangkutan benar-benar lulusan fakultas kehutanan Universitas Gadjah Mada,” lanjut Ova.
Jajaran pimpinan UGM merasa perlu mengklarifikasi keaslian ijazah Jokowi, yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan angkatan 1980. (Foto: UGM)
Rektor UGM menyebut klarifikasi diberikan sebagai bentuk tanggung jawab mereka kepada publik, dan bukan karena posisi Jokowi sebagai presiden. Siapapun, yang memiliki keraguan atas dokumen dari alumni UGM manapun, berhak untuk meminta klarifikasi kepada kampus tersebut.
Pernyataan itu dikuatkan Wakil Rektor UGM, Dr Arie Sujito.
“Ketika nama UGM ini dikaitkan, enggak mungkin kan kita tidak menyampaikan ke publik seolah-olah enggak tahu. Klarifikasi ini, supaya paling tidak mendudukkan masalah agar clear, tidak over spekulasi. Dan itu berlaku bagi siapapun,” kata Arie.
Dia memastikan, respons UGM bukan karena posisi Jokowi sebagai Presiden, melainkan karena statusnya sebagai alumni universitas tersebut.
Presiden Joko Widodo tertawa saat upacara peringatan HUT RI ke-77 di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2022. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
“Supaya tidak ada spekulasi yang berlebihan,” ulangnya memberi alasan.
Terkait format ijazah yang bertuliskan tangan, UGM memastikan ketika Jokowi lulus pada 1995, universitas belum memiliki sistem komputerisasi. Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menguatkan pernyataan itu.
“Kami sudah mencoba melihat mengenai fotmat ijazah yang diterima Pak Jokowi dengan teman satu angkatan yang kebetulan lulus pada saat bersamaan. Di mana, di situ persis formatnya, untuk Fakultas Kehutanan sama, ditulis dengan tulisan tangan halus,” kata Sigit.
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…
Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…
Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…
MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…
Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…
This website uses cookies.
View Comments