Praktisi Soroti Tata Kelola Air Bersih di Batam – SWARAKEPRI.COM
Uncategorized

Praktisi Soroti Tata Kelola Air Bersih di Batam

Maria Jacobus, Founder Indonesia Water Academy (IWA)./foto: Dok.Pribadi untuk swarakepri

BATAM – Pelayanan air bersih di Kota Batam kembali menjadi sorotan menyusul adanya gangguan aliran air minum di sejumlah wilayah di Kota Batam akibat kebocoran pipa berdiameter 800 millimeter di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning.

Untuk perbaikan kebocoran pipa tersebut berdampak pada gangguan pelayanan suplai air minum berupa air kecil dan air terhenti untuk sementara waktu.

Beberapa wilayah yang terdampak diantaranya Batam Centre, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchide, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina dan sekitarnya.

Air Batam Hilir kemudian menginformasikan bahwa pekerjaan perbaikan pipa tersebut telah selesai pada Sabtu 29 Agustus 2026 pukul 14.45 WIB.

“Proses normalisasi suplai air minum pelanggan membutuhkan waktu beberapa saat dan secara bertahap aliran air akan normal Kembali,”tulis ABH dalam kanal resminya.

Praktisi Soroti Tata Kelola Air

Maria Jacobus, praktisi air bersih dengan pengalaman lebih dari 30 tahun yang pernah melayani pelanggan bersama ATB dan kini menjadi Founder Indonesia Water Academy (IWA), menilai bahwa tata kelola dan manajemen yang baik sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan air bersih di Kota Batam.

“Yang dibutuhkan adalah tata kelola dan manajemen yang baik. Persoalan teknis maupun dampak musim kemarau pada dasarnya dihadapi oleh hampir seluruh perusahaan air minum. Namun, kunci utamanya terletak pada bagaimana setiap tantangan tersebut dikelola secara terencana, profesional, dan berkelanjutan,”ujarnya Selasa, 1 September 2026.

Menurut Maria, tata kelola dan manajemen yang baik juga harus didukung oleh Sumber Daya Manusia(SDM) yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

“Harus didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi dan keahlian sesuai bidangnya, sehingga perusahaan mampu mengantisipasi risiko, menjaga kualitas pelayanan, dan meminimalkan keluhan pelanggan,”tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan perusahaan tidak boleh dilakukan sekedar “asal jalan”, “asal proyek terlaksana”, atau hanya berorientasi pada penyelesaian jangka pendek, tetapi harus berdasarkan perencanaan yang matang, standar kerja yang jelas, serta kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

“Pengelolaan air bersih membutuhkan sumber daya manusia yang benar-benar memiliki pengalaman, kompetensi, dan rekam jejak yang relevan. Penempatan SDM, terutama sebagai pengambil keputusan, harus didasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis dan tata kelola perusahaan air minum, bukan semata-mata karena pernah bekerja di perusahaan operator air bersih,” tandasnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2023

To Top
error: Content is protected !!