Categories: POLITIK

Ratusan Cyber Troops Awasi Kampanye Medsos Pilkada Batam

BATAM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam mengerahkan ratusan relawan Cyber Troops guna mengawasi pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di media sosial (medsos).

Relawan yang terdiri dari para mahasiswa, dan generasi millenial Batam ini diajak secara aktif untuk melakukan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan Pilkada yang telah masuk masa kampanye.

Komisioner Bawaslu Batam, Syailendra Reza menyampaikan, pasukan Cyber Troops yang dibina Bawaslu Batam telah melakukan pemantauan jauh hari sebelum penetapan calon kepala daerah.

“Kami telah melakukan pembinaan baik secara teknis maupun mental kepada relawan cyber ini cukup lama. Sebagian dari mereka dulunya adalah tim relawan Bawaslu Batam yang ikut melakukan pengawasan di Pilpres dan Pileg 2019,” ujar Reza kepada swarakepri.com, Jumat (9/10/2020).

Selain melakukan pengawasan, Reza menyebut bahwa relawan Cyber Troops ini juga membantu melakukan pencegahan melalui sosialisasi pelaksanaan kampanye positif.

“Jadi mereka (relawan cyber) juga ikut melakukan edukasi pelaksanaan kampanye positif melalui postingan kalimat himbauan dan ajakan-ajakan kampanye positif,” sebut Reza.

Ia berharap, melalui ajakan positif ini setidaknya dapat meminimalisir kampanye negatif maupun black campaign yang ada di medsos.

Reza kembali mengatakan, selama masa kampanye Pilkada Kota Batam yang sudah memasuki sekitar dua minggu ini, para relawan Cyber Troops sudah mengirimkan banyak laporan tentang temuan di lapangan (medsos) dan saat ini tengah dikaji oleh pihak Bawaslu.

“Temuan-temuan tersebut paling banyak dari platform facebook,” jelas dia.

Bukan saja relawan Bawaslu Kota Batam, pelaksanaan pengawasan dan pemantau kampanye Pilkada di medsos ini juga dilakukan bersama pihak Kepolisian.

Untuk itu pria yang juga berprofesi sebagai Dosen disalah satu Kampus swasta di Batam ini menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan dukungan politik di medsos.

“Jangan sampai niat baik sadar politik ini tidak diimbangi dengan sikap yang baik juga. Dukungan politik tentu tidak dilarang dan itu hak konstitusional. Yang penting tidak berlebihan sampai melakukan kampanye negatif apalagi black campaign,” katanya.

Dia membocorkan bahwa didaerah lain di Kepri sudah ada temuan dugaan pidana pemilu yang dilakukan oleh pendukung calon Bupati dan pendukung salah satu calon Gubernur.

“Saya tadi baru dapat informasi dari teman-teman di Provinsi bahwa mereka menemukan dua kasus dugaan pidana kampanye pemilu,” tambah Reza./Abidin

Sholihul Abidin - SWARAKEPRI

Recent Posts

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),…

3 jam ago

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti…

4 jam ago

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian agenda hari pertama kunjungan…

4 jam ago

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence…

4 jam ago

Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

Jakarta, 3 Juli 2026 – Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan,…

5 jam ago

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak…

6 jam ago

This website uses cookies.