Menurut saksi, adiknya Abdul Wahid (DPO) yang memakai mesin tersebut dan ia tidak mengetahuinya.
“Adik saya sekarang sudah DPO, dan sudah lima bulan tidak ada komunikasi lagi yang mulia, kata polisi terlibat dengan Awaludin,” ucapnya.
Dikatakan bahwa Awaludin adalah teman adiknya yang pekerjaannya dulu sama yakni sebagai tekong kapal.
“Kapalnya parkir di belakang rumah, karena sepengetahuan saya dia itu teman adikku jadi tidak curiga, dia juga datang ksini tidak sering,” Jawab saksi ketika ditanya JPU alasan membiarkan Awaludin memarkirkan kapalnya dibelakang rumah orang tuanya.
Ditambahkan bahwa saat penangkapan, polisi menyuruh terdakwa untuk mengakui dan berasal dari mana barang tersebut, namun terdakwa saat itu tidak mengakui barang tersebut adalah miliknya.
“Dia bilang terus bahwa barang itu bukan punya dia saat ditanya polisi” Tutupnya.
LRT Jabodebek lakukan sosialisasi Medical Check Up 2026 untuk memastikan pekerja sehat dan siap menjalankan…
Harga emas global memasuki pekan ini dengan potensi volatilitas yang tinggi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara…
Jakarta (13/4) – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS),…
KAI Logistik mencatatkan kinerja yang impresif melalui layanan ritel andalannya, KALOG Express. Sepanjang Kuartal I…
BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk…
BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…
This website uses cookies.