Categories: NASIONAL

Suasana Aceh Mencekam Pasca Gempa

BANDA ACEH – swarakepri.com : Suasana mencekam dialami ribuan masyarakat Takengon dan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pasca gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter yang mengguncang dua kabupaten di dataran tinggi Gayo,selasa kemarin(2/7/2013)

Akibatnya seribuan rumah hancur, tempat ibadah rubuh, jalan tertutup longsor dan aspal retak sampai sepanjang 50 meter dengan kedalaman mencapai 3 meter.

Seperti dilaporkan JPNN diawal gempa, Selasa sekira pukul 14.37 wib, sempat membuat kendaraan roda empat yang menuju Takengon, oleng. Mau tak mau semua mobil harus menghentikan laju kenderaannya guna menghindari jatuh ke jurang. Tidak itu saja, puluhan kenderaan pun dengan cepat menghindar di tepian bukit terjal agar tidak tertimpa tanah longsor.

Panik dan pekikan warga histeris di sisi jalan raya, membuat suasana kian mencekam. Hanya selang per sekian detik saja, abu bercampu pasir berterbangan karena berasal dari rumah warga di tepi jalan Simpang Teritit, Kabupaten Bener Meriah, pada roboh.

Tiang-tiang antena parabola yang dipancang di atas tanah depan rumah, juga nyungsep ke tanah. Tanpa memperdulikan harta benda lagi, warga pun berhamburan ke luar rumah mencari tempat datar dan jauh dari bukit.

Gempa kedua yang cukup menambah ketakutan terjadi sekira pukul 21.00 WIB. Kekuatan gempa dibarengi suara gemuruh kali inilah yang menambah jumlah rumah rusak. Kemudian ditambah lagi, Rabu dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Seperti disampaikan Sugiarto warga Desa Pilar, Kecamatan Bies, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, kepada watawan Rakyat Aceh yang melakukan pantauan, Rabu pagi sekira pukul 07.00 WIB.

Rumah-rumah warga yang bermukim di atas perbukitan pada hancur. Tempat ibadah juga mengalami hal serupa. Isak tangis pemilik rumah yang sebelumnya sempat mengungsi cukup histeris.

Gempa, listrik padam dan hujan gerimis, cukup menambah trauma masyarakat di Takengon dan Lampahan, Kabupaten Bener Meriah.

Terlebih lagi, bagi yang bermukim di kawasan perbukitan seperti di Kecamatan Angkop, Meunje, Ketol dan Bies.

Isak tangis anak-anak pun memecahkan kesunyian malam, setiap terjadi gempa susulan. Langkah mencari lapangan luas untuk berkumpul bersama tetangga senasib sepenanggungan harus ditempuh guna menghindari tertimpa bangunan dan longsor.

Udara sejuk pun tak mampu dilawan kendati api “unggun” yang menemani warga di sisi tenda berdiri.

Baik itu di depan rumah maupun lapangan Bola Volly. Sementara warga yang memiliki halaman luas, langsung memasang seadanya bersama anak keluarga.

Tidak hanya itu, pengungsian mendadak Selasa malam hingga Rabu pagi pun sampai ke lokasi Lapangan Pacu Kuda, Blang Bebangka. Begitu pula terlihat tenda di halaman Kodim, Kota Takengon dan Halaman Kantor Bupati Aceh Tengah. Baru menjelang terlihat matahari warga kembali ke rumah.

Jumlah korban akibat musibah gempa hingga Rabu kemarin, terus bertambah. Jumlah pun mencapai angka 1.500-an. Sampai-sampai RSU Datu Beru, Takengon, hingga pukul 12.05 WIB, Rabu menerima pasien korban gempa 95 orang. Itu data yang diperoleh Rakyat Aceh, dari petugas UGD setempat.

Melihat kondisi ini terpaksa dilakukan pasien rawat di tenda dan jalan menuju ruang sal. Sebab, beberapa korban dari kecamatan pun terpaksa dievakuasi ke RSU Datu Beru, Takengon.

Puluhan mahasiswa mencoba mengajak masyarakat pengguna jalan raya di Kota Tangengon, untuk memberikan sumbangan. Dengan memanfaatkan persimpangan jalan, calon intelektual muda ini, sambil membawa kotak mie instan mengajak warga memberikan uang ala kadarnya. (red/jpnn)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region

BRI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja…

6 jam ago

Eksepsi Ditolak, Sidang Perkara Dju Seng Lanjut ke Pembuktian

BATAM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menolak eksepsi terdakwa Dju Seng anak dari Lim…

8 jam ago

Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR

Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS)…

11 jam ago

Tangkap Tren Renovasi Hunian, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat yang Fleksibel

Kebutuhan akan hunian yang nyaman, fungsional, dan adaptif terhadap dinamika gaya hidup terus mengalami peningkatan…

11 jam ago

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui…

11 jam ago

MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant.…

11 jam ago

This website uses cookies.