Categories: HUKRIM

Terbukti Bersalah, Dua Warga Negara Inggris Divonis Ringan

Nota Pembelaan Kedua Terdakwa Ditolak Seluruhnya

BATAM – swarakepri.com : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan pidana terhadap dua terdakwa warga negara Inggris yakni Niel Richard George Bonner dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser, masing-masing 2 bulan dan 15 hari penjara serta denda masing-masing Rp 25 juta subsider 1 bulan kurungan, Selasa(3/11/2015) siang.

Vonis Majelis Hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU) yakni 5 bulan penjara serta denda masing-masing Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa Neil Richard dan Rebecca terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama sebagai orang asing, dengan sengaja melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin yang diberikan sebagaimana yang dimaksud dalam dakwaan tunggal penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo didampingi Hakim Anggota Budiman Sitorus dan Juli Handayani saat membacakan amar putusan.

Wahyu juga mengatakan Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 2 bulan dan 15 hari, serta pidana denda masing-masing Rp 25 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, harus diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani kedua terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan,” ujarnya.

Selanjutnya Majelis Hakim juga menetapkan kedua terdakwa tetap ditahan dan memerintahkan barang bukti 2 buah paspor, 4 unit kamera dan 1 unit lensa kamera dikembalikan kepada kedua terdakwa. Sedangkan 3 unit memori card, 1 unit USB dirampas untuk negara.

“Membayar biaya perkara masing-masing 5 ribu rupiah,” kata Wahyu mengakhiri pembacaan putusan Majelis Hakim.

Atas putusan Majelis Hakim tersebut, Penasehat Hukum kedua terdakwa, Aristo Pangaribuan mengatakan menerima putusan dan tidak akan mengajukan upaya hukum.

“Untuk kepentingan klien kami, kami menerima putusan ini dan tidak tidak mengajukan upaya hukum,” ujar Aristo setelah berkonsultasi dengan kedua terdakwa.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum(JPU), Bani Immanuel Ginting meminta waktu kepada Majelis Hakim untuk menyatakan sikap atas putusan tersebut.

“Kami minta waktu yang mulia,” ujar Bani singkat.

Seperti diketahui, JPU menjerat terdakwa Neil Richard dan Rebecca Bernadette dengan pasal 122 huruf a UU Nomor 06 tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP karena diduga menyalahgunakan izin kunjungan atau Visa of Arrival(VOA) yang diberikan petugas Imigrasi di pelabuhan internasional batam center dengan melakukan pembuatan film dokumenter untuk tujuan pekerjaan di perusahaan mereka yakni Wall to Wall Production yang dibiayai oleh saluran televisi National Geografic. (red/rudi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada libur…

5 jam ago

Optimasi Hilirisasi Bauksit Nasional, Ciptakan Nilai Tambah Hingga US$3,8 triliun

JAKARTA – Langkah Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bauksit, menjadi…

7 jam ago

Topremit Kembali Raih Award “Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025” dari BI

Topremit kembali menyabet penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia sebagai ‘Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025’. Melalui acara…

17 jam ago

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…

2 hari ago

Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…

2 hari ago

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…

2 hari ago

This website uses cookies.