Terdakwa Kasus Game Zone Dijerat Pasal Perjudian

BATAM – swarakepri.com : Jaksa Penuntut Umum(JPU) Wahyu Susanto menjerat tiga orang terdakwa kasus Gelanggang Permainan Game Zone Nagoya Hill yakni Safrudin Ratutoli alias Nawi, Hari Honi Fitriani alias Indri dan Si(masih dibawah umur) dengan pasal perjudian.

“Atas perbuatannya, terdakwa Safrudin Ratuloli alias Nawi dijerat pasal 303 ayat 1 ke 2 dan Hari Honi Fitriani alias Indri dijerat pasal 303 ayat 1 ke 1 dan ayat 1 ke 2 KUHP tentang perjudian,” ujar Wahyu saat membacakan dakwaan, siang tadi,Selasa(7/1/2013) di Pengadilan Negeri Batam.

Sementara itu terdakwa lainnya Si dilakukan sidang tertutup karena masih dibawah umur, Si dijerat dengan pasal 303 ayat 1
ke 2 KUHP tentang perjudian.

Dalam dakwaannya, Wahyu menjelaskan kronologis penangkapan ketiga terdakwa pada tanggal 13 Agustus 2013 lalu. Saat itu saksi Hengky Ompusunggu dan Dimas Andhi Cipta masuk dan melakukan permainan mesin dinosaurus di lokasi Gelper Game Zone. Keduanya membeli 50 koin seharga Rp 100 ribu. Setelah bermain beberapa lama saksi Hengki kemudian menghasilkan 300 tiket dan ditukarkan dengan tiga unit power bank warna putih.

Oleh terdakwa Nawi yang bertugas sebagai sekurity di Game Zone, tanpa sepengetahuan saksi Hengki tiga buah power bank tersebut kemudian ditukarkan di sebuah toko handpone yang ada dilantai 1 Nagoya Hill senilai Rp 570 ribu, uang tersebut kemudian diserahkan terdakwa Nawi kepada saksi Hengky dengan potongan sebesar 5 persen. Tidak lama berselang, anggota Kepolisian Polda Kepri tiba dilokasi dan langsung melakukan penggerebekan serta menangkap para terdakwa.

Menanggapi dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Penasehat Hukum terdakwa,Megawani menegaskan akan mengajukan eksepsi. Ia mengatakan uang yang ditukarkan saksi Hengky untuk memperoleh 50 koin adalah sarana untuk dapat memainkan game dan bukan sebagai taruhan. Dan powerbank yang diterima pemain bukan sebagai pembayaran melainkan hadiah jika mendapatkan 300 poin.

“Apabila power bank tersebut dijual oleh pemain dengan Rp 570 ribu, tidak ada kaitan dengan permainan game mesin yang dilakukan oleh pemain. Sehingga permainan game elektronik tersebut tidak termasuk dalam kategori judi sebagai dimaksud dalam pasal 303 KUHP. Kami akan ajukan eksepsi atas dakwaan JPU,” tegas Megawani.

Seusai mendengar dakwaan dari JPU, Ketua Majelis Hakim Jack Octavianus didampingi Thomas Tarigan dan Juli selaku Hakim Anggota kemudian menunda sidang hingga hari Kamis tanggal 9 Januari 2014 mendatang dengan agenda pembacaan eksepsi dari pihak terdakwa.(red)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Setahun KA Ijen Ekspres, Angkut 271 Ribu Penumpang dan Adaptif Terhadap Kebutuhan Pelanggan

Jember, Februari 2026 – Genap satu tahun beroperasi sejak peluncuran perdananya pada 1 Februari 2025,…

1 jam ago

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi…

3 jam ago

Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…

4 jam ago

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…

4 jam ago

Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global

Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…

7 jam ago

Atlet ONIC Sport Raih Prestasi di Ajang Internasional WTT Youth Contender Cappadocia 2026

Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…

7 jam ago

This website uses cookies.