Campur Tangan Tuhan
Para pakar mengatakan bahwa pertumpahan darah antara Arema dan Persebaya Surabaya benar-benar berkaitan dengan persaingan antara dua kota terbesar di Jawa Timur, Malang dan Surabaya.
Namun, ada secercah harapan bahwa sesuatu yang baik bisa muncul dari salah satu bencana terburuk dalam sejarah sepak bola itu.
“Inilah momentum bagi semua suporter untuk menyadari bahwa sepak bola adalah tentang mendukung tim favorit Anda dan bukan tentang membenci tim lawan,” kata komentator Kusnaeni.
“Para pendukung harus mengubah filosofi mereka.”
Pemilik Persebaya Surabaya dan Arema sudah saling berkomunikasi untuk membahas rivalitas tersebut. Perwakilan penggemar juga melakukan pertemuan.
“Mungkin ini campur tangan Tuhan untuk menyatukan suporter Arema dengan Persebaya,” kata Danny Agung Prasetyo, koordinator kelompok suporter Arema DC, kepada AFP./VOA
Dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499 menuju lima abad Jakarta, BINUS…
PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare terus meningkatkan pengawasan dan pengendalian di kawasan Pelabuhan Nusantara…
BRI Region 6 kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Rutin Jumat yang diikuti oleh jajaran manajemen dan…
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Pekerja BRI (SP BRI), SP BRI Region…
Pertamina melalui Pertamina Foundation berkomitmen mendukung pemerintah dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui hilirisasi…
Dalam situasi tekanan terhadap daya beli masyarakat dan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif…
This website uses cookies.