Padahal kata dia, para pedagang ini menjual rokok ilegal itu juga demi mencari sesuap nasi untuk keluarganya bukan serta merta langsung mendapatkan kekayaan seperti pemain yang lebih besar.
“Makanya kemarin waktu lagi panas-panasnya kasus rokok ini sempat saya simpan di rumah barang saya dan syukurnya lepas,” ungkapnya.
Dengan rajin membaca isu yang tengah menjadi sorotan, HS mengaku mendapatkan keberuntungan tersendiri sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi sekaligus menyiapkan langkah-langkah agar bisa keluar dari nasib buruk tersebut yang akan menjerat dirinya.
“Sedangkan kalau dari sales sendiri yang memasukan rokok ini ke tempat kita kan setelah kita mengambil barang dari mereka untuk mekanisme penjualan atau apapun hal yang terjadi setelah menjual rokok ilegal tersebut mereka kan tidak mau tahu lagi kalau ketangkap ya ditanggung sendiri jangan libatkan mereka (sales) jadi sistemnya ya putus di situ. Karena barang kalau sudah berada ditangan pedagang itu murni 100% sudah menjadi tanggungjawab pedagang,” ujarnya./Shafix
Monitoring keterhunian merupakan bagian dari komitmen BP Tapera untuk memastikan rumah subsidi yang dibiayai melalui…
Automechanika Jakarta 2026 semakin mendapatkan momentum signifikan di dalam komunitas otomotif regional, didukung oleh jaringan…
Jakarta, Juni 2026 – Aktivasi Dumdumz dalam gelaran Car Free Day (CFD) Sudirman sukses menarik…
Jakarta, 2 Juli 2026 – Setiap generasi memiliki titik awal yang menentukan arah masa depannya.…
India-Indonesia Track 1.5 Dialogue merupakan inisiatif kerja sama selama dua tahun yang digagas oleh Gateway House:…
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, Polda Nusa Tenggara Timur menghadirkan langkah yang…
This website uses cookies.
View Comments