Gelper Game Zone Nagoya Hill tidak Melanggar Ijin

BATAM – swarakepri.com : Kepala Seksi Pemberdayaan dan Standarisasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Batam, Bongor mengatakan bahwa lokasi Gelanggang Permainan(Gelper) Game Zone yang berada di Lantai 3 Nagoya Hill tidak melanggar ijin usaha permainan anak-anak dan keluarga  yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Batam.

“Game zone tidak melanggar ijin yang diberikan Dinas Pariwisata,” ujar Bongor saat memberikan keterangan sebagai saksi pada persidangan kasus dugaan tindak pidana perjudian Gelper Game Zone, sore tadi,Rabu(22/1/2014) di Pengadilan Negeri Batam.

Bongor juga mengatakan bahwa sebelum memperoleh ijin dari Dinas Pariwisata Batam, pihaknya sebelumnya sudah meninjau lokasi gelper Geme Zone yang berada di lantai 3 Nagoya Hill tersebut.

Terkait keberadaan mesin dinosaurus yang dijadikan sebagai barang bukti di persidangan, Bongor mengaku tidak mengetahui persis apakah mesin tersebut termasuk didalam 31 mesin milik Gelper Game Zone yang telah dinyatakan layak dioperasikan oleh Tim verifikasi dari Polda Kepri dan Polresta Barelang.

“Dari sekitar 80 mesin yang sudah diverifikasi tim dari Polda Kepri dan Polresta Barelang, 31 diantaranya dinyatakan layak dioperasikan oleh pengelola Gelper Game Zone, sedangkan 49 sisanya sampai saat ini belum ada keputusan.

Menurutnya saat tim Polda Kepri dan Polresta Barelang melakukan verifikasi, lokasi gelper Game Zone dan beberapa usaha gelper lainnya di Batam sedang tutup atau tidak ada yang beroperasi setelah adanya penangkapan Mabes Polri di salah satu lokasi gelper di Hotel Formosa Batam.

“Setelah tutup selama 7 bulan, usaha gelper kembali bisa beroperasi namun harus ada verifikasi terhadap mesin gelper dari Polda Kepri dan Polresta Barelang,” jelasnya.

Untuk mengijinkan kembali beroperasinya usaha gelper tersebut, menurut Bongor hanya melalui koordinasi dengan aparat Kepolisian dari Polda Kepri dan Polresta Barelang.

“Tidak ada surat resmi yang digunakan untuk kembali membuka usaha gelper, hanya lewat koordinasi dengan Polda dan Polresta,” ujarnya.

Seusai mendengarkan keterangan saksi dari Dinas Pariwisata Batam, Ketua Majelis Hakim, Jack Oktavianus didampingi 2 orang Hakim Anggota menunda persidangan hingga hari Senin tanggal 27 Januari 2014 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Diberitakan sebelumnya Heri, pemilik toko Nikon Jaya, Nagoya Hill mengaku tidak pernah membeli power bank dari terdakwa Safrudin Ratutoli alias Nawi pada tanggal 18 Agustus 2013 lalu atau hari yang sama saat penggerebekan dan penangkapan di lokasi Gelanggang Permainan Game Zone Nagoya Hill, sore tadi, Rabu(22/1/2014) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam.

Pernyataan Heri tersebut berbeda dengan keterangan terdakwa Nawi yang menyebutkan menjual power bank ke toko Nikon Jaya seharga Rp 570 ribu, uang hasil penjualan tersebut kemudian diserahkan terdakwa Nawi kepada saksi Hengky Oppusunggu yang sedang melakukan penyelidikan tindak pidana perjudian di Gelper Game Zone.(redaksi)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Setahun KA Ijen Ekspres, Angkut 271 Ribu Penumpang dan Adaptif Terhadap Kebutuhan Pelanggan

Jember, Februari 2026 – Genap satu tahun beroperasi sejak peluncuran perdananya pada 1 Februari 2025,…

1 jam ago

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi…

3 jam ago

Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan…

4 jam ago

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang…

4 jam ago

Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global

Jakarta, 4 Februari 2026. - Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke…

7 jam ago

Atlet ONIC Sport Raih Prestasi di Ajang Internasional WTT Youth Contender Cappadocia 2026

Atlet tenis meja muda Indonesia dari ONIC Sport, Muhammad Naufal Junindra, berhasil meraih peringkat ketiga…

7 jam ago

This website uses cookies.