“Pemerintah kan punya bansos yang namanya BLT, kenapa sebagian dari BLT itu dibuat sebagai conditional cash tranfser yang disebut sebagai cash for vaccine. Jadi kalau orang mau dapat cash, dia harus divaksin, dengan begitu maka prosesnya akan menjadi lebih cepat. Tentu ketika saya mengusulkan ini saya asumsikan bahwa suplai vaksinnya bisa kita penuhi. Jadi kalau supai vaksinnya bisa kita penuhi maka ada insentif untuk orang yang melakukan vaksinasi. Karena saya percaya kalau herd immunity-nya terjadi, maka kita bisa mengulangi apa yang kita alami di triwulan-II,” jelasnya.
Hal serupa, katanya, juga terjadi di berbagai negara, seperti Amerika Serikat. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk selalu serius menangani pandemi dari sektor kesehatan sehingga perbaikan dari sisi ekonomi bisa berjalan beriringan./Voice Of America
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut mendukung penyelenggaraan BRI Consumer Expo 2026 Goes to…
Siapa bilang dunia perkuliahan hanya berisi teori dan tumpukan tugas? Di era ekonomi digital saat…
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperluas akses pembiayaan kendaraan melalui berbagai program yang…
KAI menyesuaikan jadwal LRT Jabodebek jam sibuk pagi mulai Senin 15/6 setelah evaluasi KLB uji…
Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center,…
Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak hilirisasi nasional guna…
This website uses cookies.