“Pemerintah kan punya bansos yang namanya BLT, kenapa sebagian dari BLT itu dibuat sebagai conditional cash tranfser yang disebut sebagai cash for vaccine. Jadi kalau orang mau dapat cash, dia harus divaksin, dengan begitu maka prosesnya akan menjadi lebih cepat. Tentu ketika saya mengusulkan ini saya asumsikan bahwa suplai vaksinnya bisa kita penuhi. Jadi kalau supai vaksinnya bisa kita penuhi maka ada insentif untuk orang yang melakukan vaksinasi. Karena saya percaya kalau herd immunity-nya terjadi, maka kita bisa mengulangi apa yang kita alami di triwulan-II,” jelasnya.
Hal serupa, katanya, juga terjadi di berbagai negara, seperti Amerika Serikat. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk selalu serius menangani pandemi dari sektor kesehatan sehingga perbaikan dari sisi ekonomi bisa berjalan beriringan./Voice Of America
Financial freedom sebagai tujuan besar dalam hidup digambarkan indah. Bebas memilih aktivitas, tidak tertekan soal…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons cepat kondisi darurat banjir yang melanda Desa Keramat, Kecamatan Sungai…
Menyiapkan pernikahan dimulai dengan semangat dan rencana yang rapi. Tanggal sudah dipilih, konsep mulai dibicarakan,…
KAI Services melalui unit bisnis Resparkir meresmikan fasilitas Parkir Stasiun Prabumulih pada Selasa (6/1). Peresmian…
KAI Daop 4 Semarang memberlakukan tarif khusus perjalanan kereta api relasi Semarang - Cirebon dan…
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan kinerja angkutan logistik yang…
This website uses cookies.