Lebih lanjut, dugaan skandal yang diungkapkan Supardi juga terkait keberadaan terdakwa yang tidak diketahui dan tidak bisa dihadirkan oleh Jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang putusan perkara pada 27 Juni 2024 kemarin.
“Kenapa pada momen penting putusan perkara justru terdakwa tidak hadir. Wajar kalau kami sebagai pihak pemilik kapal MT Arman 114 curiga ada dugaan “permainan” dalam perkara ini,” imbuhnya.
Selain mengungkap dugaan skandal, Supardi juga menyayangkan sikap Pengadilan Negeri (PN) Batam yang sampai saat ini belum menjawab surat pemberitahuan dokumen kepemilikan kapal MT Arman 114 dan muatannya oleh OMS yang sudah ia layangkan sebanyak dua kali ke PN Batam.
“Kami menyayangkan sikap PN Batam yang hingga kini belum menjawab surat-surat yang berisi dokumen kepemilikan kapal MT Arman 114 dan muatannya oleh klien kami Ocean Mark Shipping (OMS) INC dan juga terkait permintaan agar menjadikan Klien Kami sebagai pihak dalam perkara ini. Pemilik kapal (owner) dan pihak Kedutaan Besar Iran bahkan juga sudah beberapa kali hadir di persidangan namun tidak ada respon dari pihak Pengadilan ,” pungkasnya./Tim
Page: 1 2
Kecerdasan buatan (AI) atau sering disebut sebagai akal imitasi, kini menjadi salah satu pilar utama…
Telkom Indonesia Dukung Ramadan Tech-Talk di Makassar untuk Percepat Transformasi Digital Transformasi digital di Indonesia…
497.297 pemudik padati stasiun yang berada di Kota Semarang selama 19 hari masa Angkutan Lebaran…
Artikel “Turtle AV USB Extender Kit: A Game Changer for Media and AV Installations” oleh…
BATAM - First Club, salah satu Tempat Hiburan Malam(THM) yang berada di Kelurahan Sungai Jodoh,…
Indigo Buka Akses Pengetahuan Baru tentang Pemanfaatan AI untuk Ciptakan Peluang di Era Digital. Di…
This website uses cookies.
View Comments