Categories: Karimun

Lahan di Coastal Area Karimun Bermasalah, Ini Pengakuan Warga

KARIMUN – Status lahan yang berlokasi di Coastal Area, Kampung Baru, Kecamatan Tebing, Karimun milik pengusaha berinisial Ag diduga bermasalah dan belum jelas perizinannya.

 

Ironisnya, meski status lahan berukuran 30×30 meter tersebut masih belum jelas, pemiliknya kini telah membangun pujasera.

 

Ketua RT setempat, Iswanto mengungkapkan bahwa lahan tersebut adalah milik KH, warga negara Singapura yang telah menjadi warga negara Indonesia. KH menggarap lahan tersebut pada tahun 1998 seluas 250×75 meter.

 

“Ini sangat janggal pak, kami aja warga Tebing cuma bisa menggarap 50×50 meter, masa dia warga negara asing bisa menggarap 250×75 meter? dan belum lagi surat yang dimiliki Hermanto penuh kejanggalan,” ujarnya, Sabtu(23/1/2016).

 

Dikatakannya bahwa saat dilakukan pengecekan dilokasi pada tanggal 24 Agustus 2015 bersama staf kelurahan dan masyarakat, luas lahan yang ada berbeda dengan luas lahan yang tertulis dalam dalam surat.

 

“Dalam surat yang dimiliki KH tertulis 250×75 meter, tapi setelah dilakukan pengukuran luas lahan hanya 108,5 meter. Terdapat selisih yang cukup jauh,”ujarnya.

 

Ketika hal tersebut ditanyakan, KH berdalih dan dengan menyebut sisa lahan telah dibagi dan sudah dibuat pernyataan dengan AL.

 

“Ini sangat janggal, karena antara KH, AL dan AG melakukan kesepakatan tanpa diketahui oleh saya selaku RT dan masyarakat,” jelasnya.

 

Dan yang lebih janggal lagi lanjut Iswanto, surat keterangan ganti rugi No: 65/593/2002 atas nama MR tidak sesuai dengan sempadan karena almahrum SA pada tahun 2000 telah meninggal dunia.

 

“Dalam surat tahun 2012, masih ada tandatangan almarhum SA. Hal itu dikuatkan dengan Surat Tanda Kematian No.17/SKK-RSBT/X/2000,”jelasnya.

 

Ia berharap permasalahan ini dapat didudukan kembali, agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.Saat berita ini diunggah pengusaha berisial Ag dan KH belum berhasil dikonfirmasi.
(red/bes)

Redaksi - SWARAKEPRI

Recent Posts

Menguak Sponsor Pembawa 210 WNA Kasus Scam Trading Baloi View Batam (1)

BATAM - Kasus scam trading melibatkan 210 Warga Negara Asing(WNA) yang diungkap oleh Direktorat Jenderal(Ditjen)…

4 menit ago

KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga

KLTC® dan SIKPA menjalin kerja sama untuk menghadirkan program edukasi keluarga berbasis leadership, coaching, dan…

1 jam ago

Trading Bukan Spekulasi: FLOQ Dorong Pendekatan Risk Management untuk Investor Kripto Baru

Harga Bitcoin Menembus US$81,000 di dalam kisaran hari. Volatilitas pasar memberikan opsi bagi investor untuk…

3 jam ago

Efba Kosmetindo Dorong Standar Baru Brand Skincare

Memasuki tahun 2026, keberhasilan sebuah brand kecantikan tidak lagi ditentukan oleh sekadar memiliki izin BPOM,…

6 jam ago

Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group, mencatatkan pertumbuhan positif di segmen…

7 jam ago

Psikologi BINUS University Kupas Konflik Sosial Era Digital

Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan interaksi masyarakat. Kehadiran media sosial,…

7 jam ago

This website uses cookies.