Dikatakan bahwa pekerjaannya hanya membawa sampai di bandara Jambi dan kemudian mendapat upah disana.
“Yang terima disana namanya Ari Tungkal, sebelumnya dia juga yang jemput saat pengiriman pertama,” terangnya.
Ia mengungkapkan, modus pengiriman sabu yang pertama yakni dengan cara dimasukkan ke dalam speaker dan berhasil sampai kepada Arie Tungkal.
Atas perbuatannya tersebut, ia mengaku menyesal dan tidak akan mengulanginya karena masih memiliki 2 orang anak yang saat ini tinggal sendiri di Tanjungpinang.
“Saya nyesal yang mulia, saya masih punya dua anak dan sekarang tinggal sendiri karena bapaknya sudah pergi,” ucapnya.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, PT SUCOFINDO (PERSERO) melalui Dewan Kemakmuran Masjid…
Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing di era…
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di seluruh ruas Jalan Tol Trans…
Inspeksi fasilitas industri di area berbahaya, medan tidak rata, atau lingkungan yang tidak aman bagi…
Telkom AI Center Bandung menggelar workshop dan mentoring AI melalui AI Connect dan AI Clinic…
Setelah sukses menuntaskan perjalanannya dari Indonesia menuju Mekkah, Om Daengg kembali melanjutkan petualangan berikutnya dengan…
This website uses cookies.