BATAM – Warga Teluk Bakau, Kelurahan Batu, Besar, Kecamatan Nongsa, Batam yang sebelumnya terlibat sengketa lahan dengan PT.SBS menggelar syukuran dan resepsi di Lapangan Volley Plipong Abong Kampung Ubi, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 malam.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan bersama selama berbulan-bulan memperjuangkan hak warga hingga akhirnya menemui kesepakatan dengan PT.SBS
Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya, anggota DPRD Kota Batam, Walfentius Tindaon, Tokoh Masyarakat, Aliansi Masyarakat Teluk Bakau dan sejumlah media.
Koordinator Aliansi Masyarakat Teluk Bakau, Salvius Nong mengatakan kegiatan syukuran tersebut digelar dalam rangka perpisahan warga Teluk Bakau yang dalam waktu dekat akan meninggalkan lokasi tersebut.
“Kita semua berjuang untuk kepentingan kita Bersama di Teluk Bakau yang kita cinta dan sudah berpuluh-puluh tahun diami. Tidak perlu putus asa, tidak perlu merasa sakit hati, karena bagaimanapun Teluk Bakau yang kita cintai ini harus kita tinggalkan dalam damai,”ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia mengatakan selama ini warga memiliki banyak kenangan selama bertempat tinggal di Teluk Bakau.
“Selama kita tinggal di Teluk Bakau, ada suka duka, ada air mata yang harus jatuh. Teluk Bakau memang luar biasa, walaupun liar di mata pemerintah, tetapi buat kita adalah tempat yang damai untuk kita diami Bersama,”ujarnya.
“Malam ini kita membuat syukuran untuk melepas pergi kita semua. Kita tinggalkan Teluk Bakau yang nantinya akan berubah menjadi tempat pabrik atau tempat usaha,”lanjutnya.
Narasi Perpisahan
Salah satu warga Teluk Bakau, Rosadalimah membacakan puisi berjudul narasi perpisahan warga Teluk Bakau dalam kegiatan tersebut./RD
