Biaya Pengurusan Awal sebesar Rp 450 ribu
KARIMUN – swarakepri.com : Punggutan liar (pungli) yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat masih terus menjamur di Instansi Pemerintah yang ada di Karimun. Tidak terkecuali di Pengadilan Agama Karimun yang diduga melakukan pungli kepada masyarakat yang ingin mengurus perceraian.
Leni(nama samaran), warga Sungai Pasir, Kecamatan Meral yang sedang mengurus perceraian di Pengadilan Agama Karimun kepada awak media ini mengaku telah menjadi korban adanya pungutan liar oleh pihak Pengadilan Agama Karimun.
“Untuk pengurusan awal saja kami sudah dimintai biaya sebesar Rp 450 ribu oleh pihak Kantor Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun. Padahal dalam aturan cuma Rp 161 ribu saja” ujarnya heran, Selasa(17/9/2013).
Dikatakannya bahwa biaya tahap awal sebesar Rp 450 ribu yang diminta oleh pihak Pengadilan Agama sangat memberatkannya. Bahkan ia mengaku sangat khawatir dalam proses pengurusan selanjutnya akan kembali dikenalan pungli.
“Kami ini orang susah, kok masih tega mereka(Pengadilan Agama,red) melakukan pungli lagi,” ujarnya pasrah.
Meskipun mengaku sangat keberatana dengan biaya tersebut, Leni didampingi orang tuanya tetap membayarkan biaya yang diminta pihak Pengadilan Agama Karimun tersebut.
Hingga berita ini diunggah, Ketua Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun, Drs. H. Usman, SH., MH belum dapat dikonfirmasi terkait adanya dugaan pungutan liar dalam permohonan cerai di Pengadilan Agama Karimun.(Jul/KT)
BATAM - Eks Sales Manager The Hills Hotel Batam, Maya Dwi Antika dituntut 1 Tahun…
Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi…
Sebagai langkah memperkuat aspek legal dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance),…
Pertama kalinya di Bekasi, karakter anak populer Pinkfong dan Baby Shark akan hadir menyapa pengunjung…
Piala Dunia selalu menjadi momen yang menyatukan jutaan orang melalui semangat kompetisi, strategi, dan keyakinan…
BATAM - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam masih terus melakukan penyelidikan kasus scam…
This website uses cookies.