Ia menjelaskan bahwa fenomena ini telah menunjukkan adanya pola pergeseran atau bubaran dari Kamboja, Myamnar, Laos, Vietnam, dan akhirnya menyebar juga ke Indoensia sebagai destinasi baru.
“Indikasi bahwa jaringan ini memiliki kaitan itu nyata. Bahwa Indonesia saat ini sedang kemasukan scamer(pelaku scam) bubaran dari Kamboja. Itu terbukti sekarang, dan kaitan-kaitannya sudah mengarah kesana,”ujarnya.
Kata dia, saat pengungkapan di Surabaya dan Denpasar, para pelaku scam sudah membuat Mockup(representasi visual), seperti Bank of Cina, seragam Kepolisian Cina, Kantor Polisi Cina, Kantor Polisi Jepang.
“Seragam Polisi Jepang itu sudah kami temukan. Indikasi itu menguat, namun di Batam belum sampai mereka bisa rangkai, belum sampai mereka bisa dirikan, belum sampai mereka bisa bangun,”jelasnya.
Ia menegaskan bahwa NCB-Interpol Indonesia bersama jajaran penyidik Ditjen Imigrasi serta Satuan kewilayahan akan bersinergi untuk melakukan pengungkapan kasus ini.
“Kami interpol membantu memberikan data. Kami juga akan bekerja sama dengan NCB interpol Negara asal WNA itu berasal. Untuk WNA yang berasal dari Vietnam, kami akan berkoordinasi dengan NCB- Interpol Hanoi. NCB Interpol Indonesia akan berkoordinasi mendatangkan anggota Kepolsian Interpol Hanoi untuk melakukan penyidikan terbatas,”terangnya./RD
