Tidak Merugi, PLN Batam Ngotot Lakukan Penyesuaian Tarif Listrik – SWARAKEPRI.COM
BATAM

Tidak Merugi, PLN Batam Ngotot Lakukan Penyesuaian Tarif Listrik

PTLB Diusulkan karena sebelumnya ditolak Walikota Batam

BATAM – swarakepri.com : Upaya PT PLN Batam untuk meloloskan penyesuaian tarif listrik di Batam terus diupayakan. Setelah sebelumnya tiga kali usulan di tolak Walikota Batam, Penyesuaian Tarif listrik Berkala(PTLB) kembali diusulkan kepada Pemerintah Kota Batam.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Agus Subekti ketika dikonfirmasi seusai mengikuti foto bersama dengan beberapa orang aktivis LSM ,pagi tadi, Senin(12/5/2014) mengaku bahwa PTLB yang kembali diusulkan ke Pemko Batam kali ini disebabkan karena tiga kali usulan sebelumnya selalu ditolak Walikota Batam.

“Usulan kita sudah tiga kali ditolak, sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Perwako tentang tarif listrik kita kembali mengusulkan PTLB kepada Pemko Batam,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa usulan PTLB yang diatur dalam Perwako bisa dilakukan paling cepat selama 3 bulan berdasarkan adanya peningkatan maupun penurunan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi biaya pokok penyediaan tenaga listrik yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika, harga energi primer dan tingkat inflasi kota Batam.

“PLN kan bayar dulu, baru ditagih dari masyarakat sebulan kemudian,” terangnya.

Ketika disinggung apakah usulan PTLB kali ini dikarenakan PLN mengalami kerugian, Agus tidak bersedia merinci. Ia berdalih bahwa ketiga faktor yang mempengaruhi biaya pokok penyediaan tenaga listrik diperoleh dengan data yang valid, yakni data dari Bank Indonesia(BI) terkait nilai tukar rupiah, data harga energi primer dari Pertamina dan PGN serta data inflasi kota Batam dari BPS.

Agus juga menyayangkan adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat terhadap usulan penyesuaian tarif listrik yang dilakukan oleh PLN Batam.

“Perwako yang mengatur tentang penyesuaian tarif kan sudah ada pada tahun 2012 lalu, kenapa ributnya baru sekarang?” kata Agus heran.

Diberitakan sebelumnya aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif dan pemadaman listrik oleh LSM dan Mahasiswa yang kemudian berubah menjadi sesi foto bersama dengan aparat keamanan dan managemen PLN Batam, pagi tadi, Senin(12/5/2014) terindikasi telah diatur sebelumnya.

Hal ini terkuak dengan adanya pertemuan antara beberapa orang aktivis LSM dengan Agus Subekti yang mewakili Direksi PLN Batam kemarin, Minggu(11/5/2014) di Mega Mall Batam Center seperti yang dirilis oleh salah satu media online di Batam.

Pada pemberitaan di media tersebut beberapa aktivis LSM Batam yang hadir yakni Sabaruddin, Jeffry DeJong, Parlaungan Siregar disebutkan mempertanyakan alasan PLN Batam untuk menaikkan tarif listrik. Bahkan Jefrry De Jong mengatakan akan turut bersama-sama melakukan aksi unjuk rasa di PLN Batam hari ini(Senin,red), namun fakta dilapangan hanya beberapa orang aktifis LSM yang mendatangi kantor PLN Batam meskipun hanya dengan melakukan sesi foto bersama.

Ketua LSM National Corruption Watch(NCW) Kepri, Mulkansyah ketika dikonfirmasi mengaku tidak ikut pada pertemuan dengan pimpinan PLN Batam di Mega Mall sebelum digelarnya aksi unjuk rasa. “Saya tidak ikut bang,” ujarnya mengelak.

Sementara itu mantan Humas PLN Batam, Agus Subekti mengakui telah bertemu dengan beberapa aktivis LSM di Mega Mall pada hari minggu kemarin. Namun demikian ia mengaku diundang oleh salah satu aktivis LSM untuk membahas rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar hari ini(Senin,red).

“Saya dihubungi oleh Presiden Nato(Parlauangan,red) katanya ada LSM yang mau demo, makanya saya menemui mereka untuk mengetahui alasan demo tersebut,” ujar Agus. (redaksi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top