BATAM – Bareskrim Polri sedang melakukan investigasi pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Kota Batam dan sekitarnya pada Senin 12 Oktober 2026.
Hal ini ditegaskan Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. kepada SwaraKepri, pada Kamis 15 Oktober 2026 malam.
“Bareskrim sedang melakukan investigasi terhadap kejadian blackout. Diingatkan kepada masyarakat untuk tidak menyebar berita bohong, tidak memprovokasi, tidak menyebar isu sara baik lansung maupun melalui media sosial,”tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang kepada Kepolisian untuk melakukan investigasi dan PLN untuk memperbaiki sistem jaringan yang terganggu.
“Berikan ruang kepada kami untuk melakukan investigasi dan kepada PLN untuk memperbaiki sistem jaringan yang terganggu,”pungkasnya.
Polda Kepri Lakukan Langkah Preventif
Pemadaman listrik massal(blackout) yang melanda Kota Batam dan sekitarnya pada Senin 12 Oktober 2026 direspon Kepolisian Daerah Kepulauan Riau(Polda Kepri) dengan melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat aman, tertib dan damai.
Langkah preventif tersebut dilakukan dengan menugaskan personel Kepolisian untuk melaksanakan patroli, penjagaan, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan objek vital nasional.
“Alhamdulillah, selama kejadian padamnya listrik tersebut hingga hari ini, kami tidak menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas ataupun pencurian ataupun kasus menonjol lainnya. Artinya, polisi bersama-sama dengan masyarakat hadir untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan damai,”ujar Kapolda Kepri, Irjen Pol. Suhendri dalam siaran pers yang diterima SwaraKepri pada Selasa malam, 13 Oktober 2026.
Suhendri meminta pihak PLN untuk segera mengetahui penyebab pemadaman listrik tersebut sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Ia juga turut mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan, untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Mari kita jaga bersama Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, Bintan, dan Kota Tanjungpinang, untuk tetap aman, tertib, dan damai. Salam Polisi Bersama Masyarakat,” pungkasnya.
PLN Batam Duga Hewan Liar Masuk Gardu Induk
PT PLN Batam mengaku telah berhasil memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak di Kota Batam menyusul gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman meluas pada Senin 12 Oktober pukul 06.37 WIB.
Pemulihan sistem ini merupakan hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional yang terus melakukan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap.
Hal ini disampaikan Sekretaris Perusahaan PT. PLN Batam, Rudi Antono dalam siaran pers, Selasa 13 Oktober 2026.
Rudi mengungkapkan bahwa berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah.
“Penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang,”ujarnya.
Kata dia, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin 12 Oktober 2026 malam. “Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala,”terangnya.
Ia menjelaskan, pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi.
“Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan,”ucapnya.
Menurut dia, meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat./RD
