LPPD Batam dan Kemenag Angkat Bicara Soal Polemik Pesparawi Kepri – SWARAKEPRI.COM
BATAM

LPPD Batam dan Kemenag Angkat Bicara Soal Polemik Pesparawi Kepri

LPPD Batam dan Kemenag Angkat Bicara Soal Polemik Pesparawi Kepri./Foto: NK

BATAM — Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Batam dan Kementerian Agama Kota Batam angkat bicara soal polemik keberangkatan Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kepulauan Riau ke Manokwari, Papua Barat.

Sekretaris LPPD Batam, Janpiter Sihombing menegaskan bahwa LPPD Batam tidak memiliki keterkaitan dengan dana hibah APBD Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp1,4 miliar yang dialokasikan kepada LPPD Kepri.

Menurut dia, LPPD Batam memiliki anggaran sendiri yang dikelola untuk pembinaan dan persiapan kontingen asal Batam. Hal ini disampaikan Janpiter Sihombing saat memberikan klarifikasi didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kota Batam, Budi Darmawan, Jumat 1o Juli 2026.

@swarakepri.com LPPD Batam dan Kemenag Angkat Bicara Soal Polemik Pesparawi Kepri Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Batam dan Kementerian Agama Kota Batam angkat bicara soal polemik keberangkatan Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kepulauan Riau ke Manokwari, Papua Barat. Sekretaris LPPD Batam, Janpiter Sihombing menegaskan bahwa LPPD Batam tidak memiliki keterkaitan dengan dana hibah APBD Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp1,4 miliar yang dialokasikan kepada LPPD Kepri. Menurut dia, LPPD Batam memiliki anggaran sendiri yang dikelola untuk pembinaan dan persiapan kontingen asal Batam. Hal ini disampaikan Janpiter Sihombing saat memberikan klarifikasi didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kota Batam, Budi Darmawan, Jumat 1o Juli 2026. Bendahara Panitia Mengundurkan Diri Janpiter mengatakan Ketua LPPD Kota Batam, Ester Sri Liasna Sinulingga, memang pernah menjabat sebagai Bendahara Umum LPPD Kepri sekaligus Bendahara Panitia Pemberangkatan Pesparawi Nasional 2026 ke Papua. Namun, Ester telah mengundurkan diri sebelum kontingen diberangkatkan. "Bu Ester mengundurkan diri dari kepanitiaan dan sebagai Bendahara Panitia karena kecewa terhadap keputusan LPPD Kepri yang tidak memberangkatkan dua tim binaan LPPD Batam, yaitu Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC)," kata Janpiter. Menurut dia, kedua tim tersebut telah menjalani pembinaan dan dipersiapkan mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua. Namun, LPPD Kepri beralasan anggaran terbatas sehingga hanya mengusulkan satu dari dua tim untuk diberangkatkan. "Hasil rapat kami memutuskan jika hanya satu tim yang diberangkatkan, maka kedua tim tidak berangkat. Namun faktanya yang diberangkatkan justru paduan suara pria dari Sekupang, Batam, dan paduan suara wanita dari Tanjungpinang," ujarnya. Kemenag Batam Soroti Transparansi Anggaran Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Budi Darmawan, menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran dalam setiap kegiatan keagamaan yang mendapat dukungan pemerintah. "Keterbukaan sangat penting. Anggaran berapa, digunakan untuk apa, semuanya harus bisa dijelaskan. Tidak perlu ada yang ditutupi," kata Budi. Selengkapnya baca di swarakepri.com #batam #pesparawikepri #lppdbatam ♬ suara asli – swarakepri.com

Bendahara Panitia Mengundurkan Diri

Janpiter mengatakan Ketua LPPD Kota Batam, Ester Sri Liasna Sinulingga, memang pernah menjabat sebagai Bendahara Umum LPPD Kepri sekaligus Bendahara Panitia Pemberangkatan Pesparawi Nasional 2026 ke Papua. Namun, Ester telah mengundurkan diri sebelum kontingen diberangkatkan.

“Bu Ester mengundurkan diri dari kepanitiaan dan sebagai Bendahara Panitia karena kecewa terhadap keputusan LPPD Kepri yang tidak memberangkatkan dua tim binaan LPPD Batam, yaitu Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP) dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC),” kata Janpiter.

Menurut dia, kedua tim tersebut telah menjalani pembinaan dan dipersiapkan mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua. Namun, LPPD Kepri beralasan anggaran terbatas sehingga hanya mengusulkan satu dari dua tim untuk diberangkatkan.

“Hasil rapat kami memutuskan jika hanya satu tim yang diberangkatkan, maka kedua tim tidak berangkat. Namun faktanya yang diberangkatkan justru paduan suara pria dari Sekupang, Batam, dan paduan suara wanita dari Tanjungpinang,” ujarnya.

Janpiter menegaskan pengunduran diri Ester tidak berkaitan dengan pengelolaan dana hibah APBD Kepri sebesar Rp1,4 miliar.

“Kami tidak mengetahui apakah dana hibah Rp1,4 miliar itu dicairkan ketika Bu Ester masih menjabat sebagai Bendahara Umum LPPD Kepri atau setelah ada bendahara pengganti. Itu bukan lagi kewenangan LPPD Kota Batam,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui sumber anggaran penyelenggaraan Pesparawi Tingkat Provinsi Kepri yang digelar di Hotel Pasifik Batam pada September 2024 karena saat itu belum terlibat dalam kepengurusan.

LPPD Batam Terima Dana Hibah

Terkait anggaran dari Pemerintah Kota Batam, Janpiter menjelaskan LPPD Batam menerima dana hibah APBD 2025 sebesar Rp75 juta setelah sebelumnya dialokasikan Rp150 juta namun terkena efisiensi anggaran.

Sementara pada APBD 2026, dana sekitar Rp400 juta telah dicairkan dan digunakan untuk kebutuhan persiapan kontingen Batam, antara lain pengadaan kostum tiga kategori paduan suara, kostum daerah, serta pembinaan peserta.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2023

To Top
error: Content is protected !!