Menurut dia, sebagian anggaran akan dikembalikan kepada Pemerintah Kota Batam karena sejumlah peserta dan pendamping batal berangkat ke Papua.
“Kami akan mengembalikan anggaran yang tidak terpakai. Sebagai bentuk penghargaan kepada peserta yang batal berangkat, kami hanya mengadakan kegiatan pembinaan dan motivasi bersama lembaga ARAS gereja di GPDI Mitra Raya,” katanya.
Kemenag Batam Soroti Transparansi Anggaran
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Budi Darmawan, menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran dalam setiap kegiatan keagamaan yang mendapat dukungan pemerintah.
“Keterbukaan sangat penting. Anggaran berapa, digunakan untuk apa, semuanya harus bisa dijelaskan. Tidak perlu ada yang ditutupi,” kata Budi.
Ia juga meminta pelaksana kegiatan bersikap terbuka kepada media agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan spekulasi.
“Saya akan memanggil Ketua LPPD Batam, sekretaris, dan bendaharanya untuk memberikan penjelasan. Kalau semuanya benar, tidak ada alasan untuk takut memberikan keterangan,” ujar Budi./NK
