Mirip Riau, KPK Sebut Kepri Daerah Rawan Korupsi – SWARAKEPRI.COM
NASIONAL

Mirip Riau, KPK Sebut Kepri Daerah Rawan Korupsi

Firli Bahuri, Ketua Komisioner KPK saat acara webinar pembekalan calon kepala daerah, Selasa (10/11/2020)./Dok.Swarakepri.com

BATAM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu daerah yang rawan praktik korupsi.

“Kepri ini termasuk rawan. Kepri dan Riau ini mirip-mirip lah. Sudah berapa kali Gubernur Riau ditangkap,” kata Firli saat Webinar Pembekalan Cakada Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, NTT, dan Kalimantan Timur di Kanal Youtube KPK, Selasa (10/11/2020).

Dalam acara bertajuk Pilkada berintegritas itu, Firli berpesan jangan sampai ada kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. tajuk tersebut juga dipilih karena bentuk keprihatinan terhadap banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus karupsi.

Berdasarkan data dari KPK hingga Juli 2020, ada sebanyak 21 Gubernur dan 122 Bupati/Wali Kota/Wakil terjerat tindak pidana korupsi (TPK) yang ditangani KPK.

“Saya, Kemendagri dan Bawaslu sudah berharap jangan ada kepala daerah tidak terlibat kasus korupsi,” ujar Firli.

Kasu-kasus korupsi yang melibatkan para kepala daerah menurut Firli banyak terjadi karena laporan dari orang terdekat. Bahkan dia mencontohkan ada salah satu kepala daerah yang dilaporkan oleh isterinya sendiri ke KPK.

Tidak sedikit juga para wakil kepala daerah yang menlaporkan kepala daerahnya dengan harapan dia bisa menduduki kepala daerah setempat.

“Mudah-mudahan Gubernur cepat tertangkap dan saya jadi Gubernur. Jangan ada yang begini,” ujar Firli.

“Saya titip kalau nanti terpilih jangan coba-coba “gergaji” kursinya Bupati/Wali Kota,” pintanya.

Jika para wakil kepala daerah ingin menjadi kepala daerah diminta untuk dapat menahan nafsu politik serta memilih jalur untuk memenangkan kepemimpinan daerah melalui pemilihan.

“Kalau ada wakil Wali Kota atau wakil Gubernur yang mau jadi Wali Kota atau Gubernur tolong ditahan dulu nafsunya sampai 5 tahun,” tegasnya.

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa sudah tidak lagi zamannya politik uang dengan membeli suara masyarakat untuk memenangkan pemilihan. Calon kepala daerah dan wakilnya harus mampu beradu gagasan untuk memenangkan perhatian pemilih.

“Sudah tidak saatnya lagi kalau seandainya kita memenangkan Pilkada dengan cara membeli suara. Kita ingin rekan-rekan yang menjadi calon kepala daerah sekarang bekerja sesuai dengan gagasan program, bukan beli suara,” pesan Firli kepada para calon kepala daerah./Din

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top