Selain itu, menurutnya, dampak signifikan dari perjanjian FIR antara Indonesia dan Singapura tersebut adalah bahwa pertahanan dan keamanan udara bisa lebih terjamin, karena ada wilayah perbatasan kritis yang harus diawasi dengan ketat.
“Di perairan saja banyak pencurian ikan dan sebagainya. Di udara juga banyak, dan itu berpotensi sengketa perbatasan. Banyak penyebab perang dalam sejarah dunia adalah border dispute, yang di mana terjadinya border dispute itu di critical border, di mana salah satu critical border itu adalah Selat Malaka,” pungkasnya./VOA
Bandung (Jawa Barat), 10 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2…
JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus…
Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak…
Satu Tahun Hadir, First Club Berbagi 1.000 Sembako untuk Warga Sekitar BATAM - First Club…
MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar…
PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia,…
This website uses cookies.