Ia juga menyoroti adanya pernyataan manajemen First Club Batam yang mengatakan bahwa WNA terduga pelaku pengeroyokan tersebut merupakan pengunjung.
“Manajemen First CLub memberikan pernyataan bahwa WNA terduga pelaku pengeroyokan adalah pengunjung, kalau seandainya nanti mereka(terduga pelaku) buka mulut dan mengaku sebagai karyawan dan telah dikontrak First Club bagaimana? Lebih bagus diselesaikan dengan bijak. Jika sekarang disebut pengunjung, mereka(terduga pelaku) bisa saja keberatan, mereka juga punya aturan di negaranya sehingga bisa masuk ke sini(Batam). Mereka juga bisa menuntut, jadi sebaiknya jangan memperdalam masalah,”terangnya.
Ia berharap permasalahan seperti ini jangan dibiarkan, karena justru nanti bisa menimbulkan masalah baru.
“Saya berharap manajemen First Club bijaksana, selesaikan perkara ini dengan baik, jangan lempar batu sembunyi tangan, karena bukti-bukti sudah ada. Ayo sama-sama kita jaga Kota Batam, sama-sama kita kembangkan pariwisata di Batam dan ikuti aturan yang ada,”pungkasnya./RD
Page: 1 2
Semarang (14/01) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Jalan Tol Batang–Semarang merupakan salah…
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus…
Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan…
Bandung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat keberhasilan dalam menjaga…
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan Program Cyber Security BINUS University di ranah keamanan…
Pensiun dini sering terdengar seperti mimpi besar. Bayangannya hidup lebih santai, waktu lebih fleksibel, dan…
This website uses cookies.
View Comments