Ia juga menyoroti adanya pernyataan manajemen First Club Batam yang mengatakan bahwa WNA terduga pelaku pengeroyokan tersebut merupakan pengunjung.
“Manajemen First CLub memberikan pernyataan bahwa WNA terduga pelaku pengeroyokan adalah pengunjung, kalau seandainya nanti mereka(terduga pelaku) buka mulut dan mengaku sebagai karyawan dan telah dikontrak First Club bagaimana? Lebih bagus diselesaikan dengan bijak. Jika sekarang disebut pengunjung, mereka(terduga pelaku) bisa saja keberatan, mereka juga punya aturan di negaranya sehingga bisa masuk ke sini(Batam). Mereka juga bisa menuntut, jadi sebaiknya jangan memperdalam masalah,”terangnya.
Ia berharap permasalahan seperti ini jangan dibiarkan, karena justru nanti bisa menimbulkan masalah baru.
“Saya berharap manajemen First Club bijaksana, selesaikan perkara ini dengan baik, jangan lempar batu sembunyi tangan, karena bukti-bukti sudah ada. Ayo sama-sama kita jaga Kota Batam, sama-sama kita kembangkan pariwisata di Batam dan ikuti aturan yang ada,”pungkasnya./RD
Page: 1 2
Layanan Paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) semakin menjadi pilihan masyarakat karena kegunaannya yang…
Memasuki dunia pasar finansial global merupakan langkah besar yang menawarkan potensi pertumbuhan finansial luar biasa,…
itel Indonesia kembali memperkuat lini smartphone entry-level dengan menghadirkan itel A200, perangkat terbaru yang mengombinasikan…
BP Tapera terus mendorong perluasan akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk pekerja…
Banyak orang sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum traveling, mulai dari tiket transportasi, penginapan, hingga itinerary…
PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta bersama unsur kewilayahan, pemerintah setempat, serta masyarakat melaksanakan kegiatan…
This website uses cookies.
View Comments