Categories: BATAM

Sidang Kasus Nurmian Manalu, Begini Keterangan Saksi Pelapor Sharon Lee Mee Chyang

Ketiga, terkait keterangan Sharon Lee Mee Chyang yang mengatakan bahwa mendiang Benyamin Simorangkir sebulan sekali ke Singapura itu juga tidak benar. “Ke Singapura itu setiap tiga bulan sekali. Saya juga diajak ke sana. Kadang kami juga ke Hongkong atau negara lain,” kata dia.

Lanjut, Welly Irdianto menanyakan kepada saksi korban/pelapor. “Bagaimana tanggapan saksi atas bantahan disampaikan oleh terdakwa?,” tanya dia.

Sharon Lee Mee Chyang menjawab bahwa dirinya tetap pada keterangan. “Tetap pada keterangan, yang mulia. Mendiang setiap sebulan sekali ke Singapura dan mengenai posisi SHGB ini berada di deposit/safety box bank di Jakarta,” tegasnya.

Keterangan Saksi Achmad Aried Santosa dan Ida Astrid Evelin Simorangkir

Sebelumnya, dua orang saksi yakni Achmad Arief Santosa (Disdukcapil Jakarta), Ida Astrid Evelin Simorangkir (Kakak kandung mendiang Benyamin Simorangkir) memberikan keterangan di persidangan.

Saksi Achmad Arief Santosa, pada keterangannya menjelaskan perihal adanya pernikahan antara mendiang Benyamin Simorangkir dengan Sharon Lee Mee Chyang (WNA Singapura). Ia mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Kalau itu saya tidak tahu,” ujarnya ketika ditanyakan oleh penasehat hukum terdakwa, Niko Nixon Situmorang.

Menurut sepengetahuan dirinya, dalam ajaran atau aturan agama Kristen bahwa tidak diperkenankan menikah lebih dari sekali apabila pada pernikahan sebelumnya tidak terdapat penceraian.

“Perihal penerbitan akta pernikahan Nurmian dengan Benyamin Simorangkir adalah sah secara negara,” kata dia.

Kemudian, Niko Nixon Situmorang menanyakan kepada Achmad Arief Santosa. Jika terdapat pernikahan antara WNI dengan WNA, apakah harus melaporkan ke pemerintah Indonesia? Jika iya, kapan seharusnya dilaporkan?

“Dilaporkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) minimal itu setelah 30 hari pernikahan. Baik itu WNI dengan WNI, atau WNI dengan WNA,” jelasnya.

Kemudian, sidang kembali dilanjutkan pada keterangan Ida Astrid Evelin Simorangkir. Pada keterangannya dia mengatakan bahwa perihal SHGB yang diperkarakan ini ia temukan di dalam tas mendiang adiknya pada saat hendak mengurus surat kematian.

“Iya saya tau SHGB itu, saya yang lihat sendiri di dalam tasnya si Ben (Mendiang) pada saat mau melakukan pengurusan surat kematian. Saat itu, tas tersebut di rumahnya di Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta,” kata dia.

Page: 1 2 3 4 5 6

Redaksi - SWARAKEPRI

View Comments

Recent Posts

Kata Kapolda Kepri Soal Perkembangan Kasus Korupsi Revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar

BATAM – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus(Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau masih terus mendalami kasus dugaan…

1 minggu ago

Paradiso Tour Hadirkan Layanan Transportasi Standar Pariwisata untuk Agen Travel!

Semarang, 18 Maret 2025 – Paradiso Tour, sebagai pemain utama di industri pariwisata, kembali berinovasi!…

1 minggu ago

UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Tingkatkan Omzet hingga 25% Saat Lebaran

Momen Lebaran selalu membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lonjakan…

1 minggu ago

Presiden Direktur Sampoerna di Harvard Business School: Kolaborasi Global untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ivan Cahyadi, memaparkan strategi keberhasilan perusahaan untuk tetap…

1 minggu ago

Fungsi Surfaktan pada Sabun Pencuci Piring

Surfaktan dalam pencuci piring berperan penting dalam mengangkat kotoran, meningkatkan daya larut noda, serta menjaga…

1 minggu ago

WSBP Raih 2 Penghargaan pada Anugerah BUMN 2025

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan pada…

1 minggu ago

This website uses cookies.