BATAM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menampikan wajah baru gerakan pekerja. Tidak lagi identik dengan demonstrasi di jalanan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) memilih mengisi momentum ini dengan aksi nyata berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Sejak pagi, ratusan anggota SPSI dikerahkan ke sejumlah titik di Batam untuk membersihkan sampah liar yang selama ini menjadi persoalan kota. Hasilnya, puluhan truk sampah berhasil dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir.
Kegiatan kemudian dipusatkan di Alun-alun Engku Putri, Batam Center. Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, secara simbolis melepas sejumlah truk pengangkut sampah sebagai bagian dari rangkaian aksi tersebut.

Ketua DPD SPSI Kepulauan Riau, Saiful Badri, mengatakan bahwa gerakan buruh saat ini mulai bertransformasi. Menurutnya, perjuangan buruh tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk tuntutan di jalan, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Buruh memang memiliki banyak tuntutan, tetapi ada waktunya menyampaikan aspirasi, dan ada juga momen untuk membangun sinergi. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa buruh juga bisa hadir sebagai solusi,” ujar Saiful, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, aksi bersih lingkungan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Persoalan sampah liar, menurut dia, tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama.
“Ini bukan berarti kami mengambil alih tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab moral untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Selain aksi bersih-bersih, SPSI sebelumnya juga terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan kesejahteraan nelayan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi pendekatan baru yang dilakukan oleh kalangan buruh. Ia menilai, aksi yang mengedepankan kepedulian sosial mampu menciptakan suasana yang lebih konstruktif serta memperkuat kolaborasi antara pekerja, pemerintah, dan masyarakat.
“Biasanya aksi buruh identik dengan suasana yang panas. Namun hari ini kita melihat sesuatu yang berbeda—aksi yang menyatukan berbagai pihak untuk kepentingan bersama,” ujar Amsakar.
Menurut dia, gerakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong budaya hidup bersih dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Sementara itu, Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin turut memberikan apresiasi kepada para pekerja yang memperingati May Day dengan kegiatan positif.
