Bea Cukai : Penembakan KLM Wahyu-5 untuk Membela Diri | SWARAKEPRI.COM
BATAM

Bea Cukai : Penembakan KLM Wahyu-5 untuk Membela Diri

Kapal Patroli Bea Cukai BC-9002 Diserang KLM Wahyu-5 dan 2 Speedboat

BATAM – www.swarakepri.com : Direktorat Jenderal(Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan menegaskan bahwa insiden penembakan KLM Wahyu 5 oleh Satuan Tugas Patroli Bea Cukai BC-9002 adalah untuk membela diri dan menegakkan kewibawaan negara atas di perairan Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea cukai Kementerian Keuangan, Muhammad Sigit, tadi malam, Kamis(23/5/2013) pukul 23.15 WIB dalam konfrensi pers yang digelar di Kantor Bea Cukai Batam.

“Tindakan penembakan yang dilakukan oleh Satgas Patroli Bea Cukai BC-9002 ke lambung kapal untuk melindungi keselamatan sarana patroli dan beserta crew karena adanya serangan yang membahayakan dari crew kapal KLM Wahyu-5,” terang Sigit didampingi Kakanwil Bea Cukai Kepulauan Riau, Hary Budi Wicaksono, Kepala KPU Bea Cukai Batam, Untung Basuki dan Kasubdit Penindakan Bea Cukai Agus Yulianto.

Dikatakan Sigit bahwa kronologis terjadinya insiden penembakan KLM Wahyu-5 berawal adanya informasi yang diperoleh petugas Bea Cukai bahwa sarana pengangkut KLM Wahyu-5 diduga membawa barang larangan dan pembatasan berupa gula 400 ton dan narkotika. Kapal Patroli BC-9002 melakukan ronda laut di Perairan International Selat Singapura atau didepan Changi pada hari rabu tanggal 22 Mei 2013.

Sekitar pukul 00.29 WIB,pada hari Kamis 23 Mei 2013 Kapal Patroli BC-9002 diserang 2 speedboad masing-masing berpenumpang sekitar 20 orang bersenjata parang, meriam pelontar api dalam posisi berdiri dan berusaha memanjat Kapal Patroli BC 9002.

“Melihat hal tersebut Komandan Potroli(KOPAT) BC 9002 memerintahkan Nahkoda untuk olah gerak menghindari serangan tersebut. Sedangkan 2 speedboat tidak dikenal balik arah menuju ke perairan Tanjung Sengkuang Batam,” jelasnya.

Sekitar pukul 04.00 WIB Kapal Patroli BC 9002 menemukan KLM Wahyu-5 yang sarat muatan dan dikawal sekitar 30 orang diatas kapal dengan bersenjatakan parang,meriam pelontar api. KLM Wahyu-5 juga dikawal 2 speetboat berpenumpang 7-8 orang bersenjata parang dan meriam pelontar api dengan haluan menuju Tanjung Sengkuang.

“BC 9002 memberikan isyarat berhenti berupa panggilan radio marin ch-16, klakson, lampu, pistol signal namun tidak diindahkan. Selanjutnya KOPAT memberikan tembakan peringatan dengan senjata api Pistol-P3 satu kali keudara namun tetap tidak diindahkan,” jelasnya lagi.

Bukannya berhenti, KLM Wahyu-5 justru meresponnya dengan melakukan ke arah BC 9002 dengan meriam pelontar api berkali-kali selama 20 menit tanpa dibalas oleh BC 9002. Untuk menjaga keselamatan crew dan sarana patroli, ABK BC 9002 kemudian membalas tembakan ke arah badan KLM Wahyu-5. Namun karena lokasi kejadian hanya berjarak 1/2 Mil dari Tanjung Sengkuang KOPAT memutuskan untuk menghentikan pengejaran KLM Wahyu-5.

“Secara teknis BC 9002 tidak bisa lanjut karena jarak 1/2 Mil dari Sengkuang perairan sudah dangkal, berbatu-batu dan berkarang sehigga BC 9002 menghentikan pengejaran dan berbalik arah menuju pangkalan,” tandasnya.(Tim)

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SWARAKEPRI.COM merupakan Portal Berita Independen dan Terpercaya

PT SWARA KEPRI MEDIA 2018

To Top