BATAM – Direktur Utama PT.PLN Batam, Kwin Fo menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan dan masyarakat atas gangguan kelistrikan atau blackout yang terjadi pada Senin tanggal 12 Oktober 2026.
“Pertama-tama atas nama manajemen PLN Batam, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan dan masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2026,”ujarnya pada saat konferensi pers di Lantai 5 Kantor PLN Batam, Minggu 18 Oktober 2026 sore.
Ia mengaku PLN Batam baru bisa menggelar konferensi pers dikarenakan Tim PLN Batam sejak Senin 12 Oktober 2026 hingga Rabu 14 Oktober 2026 fokus kepada pemulihan system kelistrikan Batam-Bintan.
“Barangkali teman-teman media, ataupun masyarakat kota Batam, Bintan dan tanjungpinang bertanya kenapa baru pada hari ini kami dari managemen PLN Batam mengadakan konferrensi pers. Hal ini tidak lain dan tidak bukan, dikarenakan dari hari senin sampai rabu seluruh tim PLN Batam bekerja pagi hingga malam, malam hingga pagi, dan fokus kepada pemulihan sistem kelistrtikan Batam- Bintan,”terangnya.
Bareskrim Polri Investigasi Blackout Batam
Bareskrim Polri sedang melakukan investigasi pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Kota Batam dan sekitarnya pada Senin 12 Oktober 2026.
Hal ini ditegaskan Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. kepada SwaraKepri, pada Kamis 15 Oktober 2026 malam.
“Bareskrim sedang melakukan investigasi terhadap kejadian blackout. Diingatkan kepada masyarakat untuk tidak menyebar berita bohong, tidak memprovokasi, tidak menyebar isu sara baik lansung maupun melalui media sosial,”tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang kepada Kepolisian untuk melakukan investigasi dan PLN untuk memperbaiki sistem jaringan yang terganggu.
“Berikan ruang kepada kami untuk melakukan investigasi dan kepada PLN untuk memperbaiki sistem jaringan yang terganggu,”pungkasnya./RD
