
Tidak hanya transparansi, Ady Hermawan juga mengapresiasi program CSR pendidikan S1 penuh secara gratis. Hal ini tentunya menjadi “pukulan” bagi perusahaan besar maupun BUMN yang telah lama mengeruk kekayaan alam Karimun, baik di darat dan di laut.
“Ini sangat-sangat baik. Sepuluh orang Putra-putri sawang, kundur pada umumnya, bisa berkesempatan menempuh pendidikan sarjana secara penuh dan gratis. Jika sekelas perizinan SIPB saja Tridaya bisa, mengapa selama ini perusahaan besar tidak mampu? Jadi saya rasa kita harus mendukung selama perusahaan ini mengikuti regulasi yang berlaku,” ucap anggota parleman yang sudah menjabat 25 tahun itu.
Usai mendengarkan pemaparan dari pihak perusahaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh Edy purba selaku Komisaris. Dan kemudian dilakukan penyerahan bantuan pra produksi terhadap warga serta kelompok nelayan yang terdampak langsung di zona I.
Ada Lima Kelompok Usaha Bersama(KUB) Nelayan penerima bantuan pra produksi, yakni Layang baru, Putra Layang, Pulau Pandai Sejahtera, Dewi Fortuna, serta nelayan pesisir. Dengan total penerima 173 orang.
Turut dalam penyerahan secara simbolis yakni Kapolsek Kundur Barat, Danramil, perwakilan Camat, perwakilan Lurah yang juga disaksikan perwakilan Kejaksaan cabang tanjung batu, KSOP serta Anggota Komisi III DPRD Karimun.
Kegiatan explorasi direncanakan berlangsung di awal Juni 2026 dengan target produksi akhir tahun mencapai 300.000 ton pasir darat yang menarget pansa pasar Batam dan sekitarnya./EP/TG/RD

Pingback: PT Laras Tegaskan Petani di Lahan Tambang Hanya Pinjam Pakai, Tidak Diperjualbelikan – SWARAKEPRI.COM